Sabtu, 02 Mei 2015

Nama          : Nurhalimah
Nim   : 14100012
Tugas          : Technopreneurship

Usaha Kreatif  Lokal menggunakan mesin DTG dan sejenisnya.

Teknologi digital saat ini sangat pesat perkembangannya, termasuk dibidang sablon kaos.
Usaha sablon kaos konvensional memerlukan screen dan proses pembuatan film agar dapat diterapkan pada bahan kaos. Kualitas warnapun sangat terbatas, yaitu tidak bisa full color. Kecuali untuk jumlah besar yang harus dikerjakan pada mesin pabrik. Tentunya harga jualpun menjadi cukup mahal.
Belum lagi kendala kuantitas yang menentukan harga jual kaos. Semakin sedikit order, harga pun menjadi mahal. Teknologi transfer paper menjadi salah satu alternatif sablon kaos digital. Prosesnya cukup sederhana. Dengan menggunakan kertas khusus, bisa dipalikasikan dengan printer biasa dan menghasilkan gambar berkualitas full color.

Namun kualitasnya masih belum memadai untuk dijadikan bisnis komersil. Sehingga penggunapun kebanyakan menggunakan teknologi ini sebagai souvenir saja.
Beberapa kelemahan teknologi ini diantaranya: Hasil cetak mudah pudar, tidak tahan cuci/setrika, Kaos menjadi keras/kaku, Bahan baku/kertas masih mahal, keterbatasan implementasi bahan kaos.


SOLUSI BISNIS
Kami memberikan solusi usaha sablon kaos dengan proses digital Direct Print, dimana proses cetak dilakukan langsung pada Bahan/kaos, tanpa transfer paper, tanpa film, tanpa screen, tanpa separasi, tanpa sablon lagi. Dengan teknologi kami, anda dapat mencetak di hampir semua jenis bahan kaos, jaket, sweater, handuk mulai dari: katun/cotton, Polyester, Satin, TC dan bahan lainnya secara langsung dengan proses yang cepat, mudah, ekonomis dan berkualitas. Anda dapat mencetak walaupun hanya 1 kaos dengan biaya yang murah, sehingga dapat terjangkau untuk semua kalangan.
Keunggulan sistem :
- Area cetak hingga 50 cm
- Proses yang cepat & mudah
- Perawatan mesin mudah
- Bisa mencetak satuan, tanpa minimum order
- Tanpa perlu film/screen
- Warna sablon tak terbatas
- Aplikasi langsung pada media kaos
- Warna kaos tak terbatas, putih hitam atau warna lainnya
- Hemat Listrik
- Proses Digital Computerized
- Tahan luntur walaupun sudah 100x cuci

ANALISA BISNIS
Konsep usaha yang dapat anda terapkan bisa bermacam jenis, seperti bisnis rumahan ataupun di Mall.
Anda juga dapat membuat konsep bisnis Distro dengan memproduksi sendiri secara mudah dan cepat.

Dengan Kapasitas produksi 500 kaos per hari anda dapat dengan cepat memperoleh BEP.
Berikut kami ilustrasikan asumsi Break Event Point/Balik modal:
Modal kaos: Rp 25rb/kaos
Modal Produksi: Rp 3500
Total biaya produksi: Rp 28.500
Harga jual minimum: Rp 60rb

Asumsi Penjualan: 20 kaos per hari
Omset: 1.200.000

Keuntungan: Rp 1.200.000 – 570.000 = 630.000/Hari
Per bulan: 630rb x 30 = 18.900.000

Investasi: Paket Profesional Rp 20 Juta
- Komputer/Laptop: Rp 3 Juta

Biaya Fix Bulanan:
- Sewa Mall: Rp 3jt/Bulan
- Gaji karyawan: Rp 1 Juta

PROFIT: 18.900.000 – 3jt – 1jt = 14,9jt
Estimasi Balik Modal: Kurang dari 2 bulan
A. PAKET BASIC
Bagi anda yang ingin mencoba memulai bisnis sablon instant secara computerized, anda dapat menggunakan paket ini. Dengan paket basic ini anda sudah dapat mencetak langsung di berbagai media seperti kaos, kemeja, jeans, jaket bahkan ke media lain seperti keramik, batu, kayu, logam dll dengan ukuran cetak hingga 50cm dan lebar 33 cm). Spesifikasi paket yang didapat sbb:
- Mesin sablon digital high resolution 50 cm x 33 cm
- 5 warna menggunakan tinta sablon khusus @100ml
- Semua Warna dasar kaos dapat dicetak
- Bahan Precoat 1 liter
- Cleaner tools kit
- BONUS Ribuan Desain Distro dan Anak
- CD manual training
- BONUS SPANDUK


HARGA Rp 20.000 000 – PROMO: Rp 15.000.000
B. PAKET DTM (Direct to Media Printing) PRO
Dengan paket DTM PRO, anda dapat memulai bisnis kaos distro baik di rumah maupun di Mall. Anda juga dapat mencetak secara langsung bukan hanya di kaos, tapi juga media lain seperti jaket, sweater, kulit, kayu, keramik, akrilik, kaca dll. Bisa dijual sebagai souvenir atau cinderamata dll.
Paket ini terdiri dari:
- Mesin Sablon Kaos Digital Ukuran A3+ dapat mencetak di semua warna kaos
- Startup tinta textile @100ml x 6 warna
- Pre-Coat liquid 1 ltr
- PreCoat for All Media 1 ltr
- Print Head Cleaner solution kit
- Heat Press Machine Standard size (38x38cm)
- Mini Compressor & Gun Sprayer
- Startup Kaos Dewasa 24 pcs
- CD Training kit
- Garansi Mesin: 12 Bulan
- BONUS CD Ribuan Gambar Desain Distro yang dapat di Edit
- BONUS: SPANDUK

Harga Paket PROMO: Rp 23 Juta

C.PAKET PRO PLUS
Hanya dengan penambahan sedikit saja, anda akan mendapatkan mesin heat press yang lebih besar, dengan ukuran 40 x 60cm. Jadi untuk kaos dewasa hanya perlu 1x press saja.
Harga Paket PROMO: Rp 25.000.000

E. PAKET BOOTH
Paket distro kami kemas dengan minimalis, mewah dan fungsional.
Dengan konsep Booth yang menarik & elegan, anda dapat mebuka kios distro di Mall dengan potensi market yang lebih luas.



Keunggulan:
- Booth dengan design dan konsep yang eyecathing & attractive
Design booth ini dapat disesuaikan dengan warna yang anda inginkan serta size space di Mall.
- Training dibidang design industri distro yang lebih intensif
- Solusi produk yang lebih variatif

Isi Paket:
- Sama seperti paket PRO PLUS dengan tambahan sbb:
- Booth ukuran 2 x 2m
- Startup Kaos: 100 pcs
- Training intensive di workshop Bandung
- Garansi Mesin: 1 tahun
- BONUS: X-Banner

Harga Paket: Rp 50 Juta



Rabu, 29 April 2015

Pengusaha yang sukses

Yesa Singgih Wirausaha Muda dan Sukses
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIwz6LcrgORzgQmuxW6qYSwXkDBihUbG-70rdz5WfgFTNZKho8H3C8uWOCjwtpJx4wo8T9l7xo6A2K43wXyBwHgGLefl22yS0xNZmE6wgTz6zO4kvBEqfdKNh5ddItxl0T9kwKk0MKoppf/s1600/yasa+singgih.PNG

Namanya Yasa Paramita Singgih lahir di Jakrta 23 April 1995. Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayanya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Ia lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih, dan sering muncul diberbagai media cetak dan digital. Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha muda dibawah 20 tahun.

Ia lahir di keluarga yang sederhana membuatnya menghargai kerja keras. Yasa menyelesaikan pendidikannya SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta. Dia hanyalah anak biasa yang masih suka bermain dan meminta uang jajan. Yang berbeda padanya hanyalah kasih sayang keluarga. Dia tumbuh menjadi anak yang menginginkan kebahagiaan orang tuanya.

Usaha mandiri

Di kelas 3 SMP, dia melihat sang ibu menderita sakit memberinya satu titik balik. Ia mulai menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Bukannya usaha yang baik untuk anak di usia 15 tahun, Yasa harus membawakan acara sebuah merek rokok yang diperuntukan 18 tahun keatas. Tetapi semua ada hikmahnya selain melatih mental, dia juga terdorong untuk berbisnis lebih baik berikutnya.

Setelah kontrak sebagai pembawa acara selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. Sebuah buku berjudul "the Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya terbakar berbisnis mandiri. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang memiliki usahan konveksi (milik ayahnya). "Halo Von, mau bikin baju sama bokap loe... Belom ada Von, besok gw DP dulu 500 ribu, kalo dalem 3 minggu belom ada design, Dp nya buat loe."

Singkat cerita ia menemui tiga orang yang ahli aplikasi desain. Dia yang tidak bisa mendesain, mulai berguru selama  7 hari. Hasilnya, ia masih tidak bisa sama sekali hingga hari terakhir desainnya harus dikirim. ia benar terdesak atau kepepet dan memutuskan menggunakan Microsoft Word untuk mendesain. Akhirnya ia pun mengirimkan sebuah desain yaitu gambar Ir. Soekarno. "Orang Indonesia ada ratusan juta, masa 24 orang aja gak ada yang beli," ucapnya tertawa.

Setelah dua minggu kaosnya jadi, dia segera menjual kasonya dan hanya laku terjual 2 buah saja. Dari dua kaonya, satu kaosnya dibeli oleh ibunya sendiri karena kasihan. Dan lucunya, dia merasa semuanya menarik dan perasaan kepepet itu semakin jadi. Yasa lalu berlari ke Tanah Abang, membeli selusin pakaian kaos hingga menghabiskan 4 juta. Dia harus bersusah payah membawa kaos- kaos tersebut, melewati ribuan penjual dan pembeli yang tumpah jadi satu.

Di rumah, dia benar- benar terkejut atas keputusanya membeli banyak sekali barang. Ia harus memutar otak lagi untuk menjualnya atau merugi besar- besaran. Beberapa kali menawarkan ditambah rasa percaya diri, ia mulai menjual produknya tanpa ada marketing khusus atau brand tersenidiri. Lama kelamaan, Yasa berhasil menutup modalnya dan mulai mencari cara menjual produknya sendiri.

Dua kali bisnis kaos yang bermodal kepepet, Yasa mulai merencanakan bisnisnya secara matang- matang. Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi", sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Dari bisnis kaos, ia pernah diwawancarai oleh majalah entrepreneur besar di Indonesia. Bisnis lainnya yaitu membuka toko online "Men's Republic".

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder. Berikut beberapa Twitternya yang mampu memotivasi banya orang (@YasaSinggih):


Never too young to become a billionaire
1. Adrenalin berbisnis lebih kencang daripada jatuh cinta
2. Selalu merasa bodoh terhadap ilmu, ga pernah berhenti belajar
3. Walaupun sekarang kita belum kaya, tapi kita harus mulai praktekkin "habbit" nya orang2 kaya.
4. Coba deh, ambil satu keputusan untuk ngelakuin habbit nya orang kaya. Mungkin keputusan kecil, tp bisa berdampak besar
5. Rutin beli majalah/tabloid bisnis, walaupun ga suka baca.. Paksain aja! Baca kisah2 jatuh bangun pebisnis.
6. Terjun di organisasi & bisnis, memaksa saya untuk memiliki pola pikir diatas rata2 usia saya sendiri.
7. Di usia 17thn byk remaja dpt undangan sweet17an. Tp saya udah dpt undangan kawinan, gegara maen sama yg lebih gede terus.
8. Orang2 bilang saya kecepetan tua, tapi saya bilang ini percepatan menuju keberhasilan.
9. Dulu pas umur 15 tahun demi nyari duit rela2in ngeMC di Mall, ngaku2 umur 18 tahun biar keterima.
10. Menjelang malem, mau ngebakar temen2 dulu ah.. Kita cerita2 tentang awal mula bisa usaha ya.

"Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain. Ia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda. Dia berbisnis dengan kepercayaan bahwa usia muda haruslah dimanfaatkan baik- baik.

Kesimpulan:
-Jadi dalam berusaha kita harus maksimal dalam melakukannya
-Mempunyai tujuan atau target yang jelas
-Jangan pernah menyerah atau putus asa
-Jangan sombong dengan apa yang sudah kita dapatkan
-Kejarlah cita-cita setinggi mungkin sampai itu terwujud